Asma Dewi Ditangkap Polisi, Alumni 212 Rapatkan Barisan, Lakukan ini

Diposting pada

Presidium Alumni 212

Beritaterheboh.com – Mantan Wakil Bendahara Presidium Alumni 212 Asma Dewi
ditangkap oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Jumat
(8/9). Dia ditangkap atas dugaan mengunggah konten ujaran kebencian dan
penghinaan agama dan ras tertentu.

Berdasarkan pengembangan
kepolisian, Asma Dewi diduga pula pernah mentransfer uang sebesar Rp 75
juta ke pengurus inti kelompok Saracen.

Usai ditangkap polisi,
beredar poster dengan tulisan ‘Ayo, Alumni 212 bantu, besuk dan bela
Asma Dewi’. Dalam poster tersebut, memuat foto Asma Dewi dan Ketua
Presidium Alumni 212 Slamet Ma’arif. Saat dikonfirmasi merdeka.com,
Slamet membenarkan bahwa alumni 212 akan memberikan dukungan terhadap
Asma Dewi.




“Ya kan beliau ditahan, kita beri dukungan, beri support untuk
beliau. Ya, minimal kan besuk dia. Apalagi ini musibah minimal bantu
doa,” kata Slamet kepada merdeka.com, Selasa (12/9).




Meski demikian, Slamet mengatakan dirinya dan alumni 212 belum
berencana dalam waktu dekat untuk menggelar aksi turun ke jalan sebagai
bentuk dukungan ke Asma Dewi.


“Belum ya. Karena masih fokus bantu Rohingya,” ujarnya.

Sementara
itu, Slamet mengaku tidak mengetahui secara detail kasus yang menjerat
Asma Dewi tersebut. Dia mengaku belum melakukan komunikasi dengan kuasa
hukum yang bersangkutan, yaitu Lembaga Bantuan Hukum Kebangkitan Jawara
dan Pengacara (LBH Bang Japar).

Dia juga mengaku tidak
mengetahui terkait dugaan transfer Rp 75 juta dari Asma Dewi ke kelompok
Saracen yang telah diciduk akibat menyebarkan ujaran kebencian dan
konten berbau SARA di media sosial.

“Saya belum bertemu dengan penasehat hukum beliau, kasus apa. Saya belum tahu persis,” ujarnya.

Asma Dewi ditangkap polisi pada Jumat (8/9) di Komplek Angkatan Kepolisian Republik Indonesia (AKSI), Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan.

Kadiv
Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan, polisi akan
menelusuri uang Rp 75 juta yang dikirim Asma Dewi ke Saracen.

“Kan
kita enggak tahu dia nyari order kemudian dikirim atau dia yang order,
belum tahu. Apa salah satu kaki tangan yang mengambil itu. Karena kan
aliran dananya diinfokan dari dia, ke siapa, terus diserahkan lagi ke
siapa,” kata Setyo di Kompleks Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin
(11/9).

Polisi masih menggali keterangan dari Dewi. Polisi belum
bisa memastikan status Dewi sebagai pemesan ujaran kebencian atau hanya
sebagai donatur untuk kelompok Saracen.

“Masih didalami. Yang jelas, aliran dananya ada. Dia kan baru ditangkap kemarin. kita liat apakah terlibat dalam itu,” ujarnya. (merdeka.com)

Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *