Al-Khaththath Bongkar Modus 212 Untuk Kalahkan Ahok, Gerindra Akhirnya Minta Maaf Bilang Begini…..

Posted on



Beritaterheboh.com – Presidium Alumni 212 kecewa karena nama-nama calon kepala daerah yang diajukan ditolak oleh koalisi Gerindra-PAN-PKS. Wakil Ketua Umum Gerindra Ferry Juliantono menyatakan permohonan maaf.


“Usulan yang disampaikan tentu dipertimbangkan dengan semua aspeknya. Kami minta maaf dengan segala hormat tidak bisa memuaskan semua pihak,” ujar Ferry saat dihubungi, Jumat (12/1/2018).


Ia pun menyampaikan alasan nama-nama kandidat kepala daerah usulan ulama itu tidak diusung oleh partainya. Menurut Ferry, penolakan tersebut semata-mata karena realitas politik yang tidak memungkinkan.


“Karena memang ada keterbatasan partai dalam realitas politik yang ada dalam demokrasi liberal. Ini perjuangan kita semua ke depan supaya demokrasi di Indonesia lebih baik,” katanya.


Ferry menilai ada syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi oleh partai untuk mengusung seorang calon kepala daerah. Di antaranya kecukupan jumlah kursi di DPRD, pertimbangan hasil survei, dan keputusan yang harus melibatkan partai lain.


“Realitas politik mensyaratkan tentang kecukupan jumlah kursi yang membuat kita harus kompromi serta mempertimbangkan hasil survei yang ada,” tutur Ferry.


“Ada yang berada di luar kekuasaan partai secara otonom dan tentu terkadang tidak bisa memuaskan,” imbuhnya. 


Namun Ferry menyampaikan tetap bersimpati terhadap aksi bela Islam yang telah dilakukan Presidium Alumni 212. Ia berharap para ulama dan Presidium Alumni 212 dapat memahami keputusan partainya.


“Partai Gerindra memiliki sikap yang jelas dengan menentang UU Ormas dan tentu bersimpati terhadap gerakan bela Islam,” ucapnya.


“Saya mengharapkan teman-teman memahami ini dan tidak mengurangi keikhlasan nilai perjuangan yang ada dengan kekecewaan yang dilatarbelakangi karena soal pilkada. Insyaallah Pak Prabowo dan Partai Gerindra konsisten memperjuangkan keadilan,” sambung Ferry. 


Kekecewaan Alumni 212 terhadap PKS-PAN-Gerindra awalnya diungkap oleh Sekjen Forum Umat Islam Al-Khaththath. Pria bernama asli Gatot itu mengungkapkan, dari 5 tokoh yang disorongkan Alumni 212 ke PKS-PAN-Gerindra, tak satu pun diusung menjadi calon kepala daerah.


“Jadi, dari lima nama, salah satunya Mas La Nyalla, itu tidak satu pun yang diberi rekom. Kita kan menganggap para ulama sudah memperjuangkan dengan pengerahan Aksi Bela Islam 212 yang sangat fenomenal dan kita di Jakarta sudah berhasil memunculkan Gubernur Anies-Sandi,” ujar Al-Khaththath kemarin.


Dia juga mengatakan Habib Rizieq sudah menitip pesan kepada tiga ketum agar mengusung calon yang direkomendasikan oleh para ulama. Al-Khaththath mempertanyakan saat calon-calon itu tak diusung.




“Pesan Habib Rizieq ketika saya pergi ke Mekah, meminta kepada tiga pimpinan partai supaya meng-copas (copy-paste) yang ada di Jakarta supaya mendapatkan kemenangan di provinsi-provinsi lain. Nah, tentunya saya nggak tahu apakah ada mispersepsi seolah-olah kita mendukung dengan cek kosong. Mungkin pemahaman mereka seperti itu,” tutur Al-Khaththath.




“Kita mendukung munculnya Gubernur Anies-Sandi dengan semangat 212, semangat Al-Maidah 51. Kita berharap hal itu terjadi di tempat-tempat lain,” imbuhnya.


Dalam pernyataannya, Al-Khaththath juga mengaku mendapat perintah dari Habib Rizieq Syihab untuk mendukung parpol terentu. Setelah kejadian La Nyalla, dia menyebut kemungkinan besar akan ada evaluasi.


Berikut pernyataan lengkap Al-Khaththath soal La Nyalla dan semangat Aksi 212:


Pertama kami ucapkan terima kasih kepada Progress 98 yang telah mengundang kami, juga para wartawan.


Yang kedua, kami merasa prihatin terhadap kasus yang menimpa Saudara La Nyalla dan juga beberapa nama yang kami ajukan kepada pimpinan partai agar ini kader dari aksi-aksi Bela Islam 212 itu dari 171 kami cuma minta 5 saja agar ini bisa diberikan rekom khusus, jalur khusus gitu. Kalau diperlakukan sama dengan yang lain ya buat apa kita bikin rekom, gitu. 


Kita bikin surat kepada… dan suratnya itu saya sendiri yang antar langsung, kebetulan ada pertemuan 3 pimpinan partai di rumah dinas ketua MPR jadi langsung saya serahkan kepada ketiganya dan surat itu ditandatangani oleh KH Abdurrosyid Abdullah Syafii kemudian saya dan Pak Haji Harun. Ini keduanya sudah keluar dari Islamic Center mau ke sini tapi saya nggak tahu apa masih nututi apa nggak gitu ya, karena macet di Tanjung Priok.


Jadi dari 5 nama, salah satunya adalah Mas La Nyalla, itu ternyata tidak satupun yang diberikan rekom. Kita kan menganggap para ulama sudah memperjuangkan dengan pengerahan Aksi Bela Islam 212 yang sangat fenomenal dan kita di Jakarta sudah berhasil, ya, memunculkan Gubernur Anies-Sandi yang didukung oleh para ulama.


Oleh karena itu, pesan Habib Rizieq ketika saya pergi ke Mekah, pergi haji kemarin, adalah agar meminta kepada 3 pimpinan partai ini supaya meng-copas apa yang ada di Jakarta, supaya mendapatkan kemenangan dari Allah SWT di provinsi-provinsi lain.


Nah tentunya saya nggak tahu mungkin apa ada mispersepsi dari ketiga partai bahwa seolah-olah kami mendukung dengan memberikan cek kosong. Nah ini yang mungkin pemahaman mereka seperti itu, padahal kita mendukung munculnya Gubernur Anies-Sandi itu adalah dengan semangat 212, semangat Al Maidah 51. Oleh karena itu, kita berharap hal itu terjadi di temapt-tempat yang lain.


Dalam beberapa pertemuan dengan ketiga pimpinan partai ini, memang mereka beralasan bahwa ada provinsi-provinsi tertentu yang umat Islam tidak dominan itu kita nggak mungkin melakukan hal itu, seperti misalnya di Sulut, misalnya. Mana lagi itu, di Papua, di NTT, ya itu kita maklumi. Tapi ketika itu terjadi di Jawa Timur, itu yang kita pusing. Banyak komplain dari bawah, ini perlu saya sampaikan pada wartawan, banyak komplain dari bawah nyampai ke saya ditunjukkan itu di berbagai provinsi yang itu tunjukkan gambar-gambar koalisi yang tidak sesuai dengan apa yang selama ini kita dukung, gitu kan. Termasuk keluhan-keluhannya, capek rek, gitu ya. Macem-macemlah, dan diminta ulama menegur kepada pimpinan 3 partai ini.


Nah, sebelum teguran itu, saya ingin menceritakan bahwa, ya jangankan yang lain-lain, yang lima saja yang sudah kita minta, ini tidak direspons dengan baik. Bahkan saya sampai ikut nunggui agar rekom itu keluar, sampai jam 2 malam di mana itu, Cilandak atau mana itu, Ragunan iya, sampai digigiti nyamuk saya di situ. Sampai jam 2 malam tapi beberapa hari nggak keluar juga. Ada apa gitu, pertanyaannya kan, ada apa. 


Nah, jadi ini yang jadi keprihatinan kami ternyata ada kasus seperti yang disampaikan oleh Mas La Nyalla, ini Insyaallah apa yang dilakukan oleh Progress 98 kita ucapkan terima kasih, mudah-mudahan pengaduan center itu mudah-mudahan betul-betul bekerja dengan baik dan fakta-faktanya bisa nanti juga disampaikan kepada kita. Insyaallah dalam waktu dekat kita akan sampaikan, kita akan kumpulkan kepada ulama kita sampaikan, ini bagaimana, politik transaksional ini fatwa ulamanya bagaimana? Apa haram, apa makruh, apa mubah, apa sunnah, apa bahkan wajib. Ya itu kan hukum Islam yang lima ya, ini ketemunya yang mana. 


Saya juga nggak bisa menjawab sekarang tapi itu Insyaallah nanti akan kita bawa pada musyawarah para ulama untuk diberikan sikap yang tegas dan juga untuk dievaluasi kembali apa yang diserukan oleh Habib Rizieq agar kita mendukung 3 partai seperti di DKI ini bagaimana. Karena faktanya nggak bisa didukung dalam arti, lah kita ingin tiga, mereka dengan yang lain, gitu.


Jadi banyak komplain di masyarakat, nah ini juga nanti menjadi mungkin bahan untuk musyawarah para ulama, ya. Saya kira nanti para ulama mudah-mudahan akan bisa memberikan, membahas dengan baik dan akan memberikan evaluasi yang baik pula dan akan muncul sikap yang terbaik nanti setelah musyawarah para ulama.


Jadi kami ucapkan terima kasih di sini diundang untuk mendengarkan apa yang terjadi. Saya tidak mengambil sikap apapun ya di sini tapi Insyaallah kita akan membawa apa yang sudah saya dengar dari kasus-kasus itu dan mungkin kalau bukti-bukti juga kami juga dikasih rekamannya saya akan lebih senang lagi. Nanti Insyaallah dalam musyawarah para ulama itu semua akan kita bedah, kita akan beberkan.


Demikian dari saya mudah-mudahan Allah SWT membuka mata kita semua dan mudah-mudahan negara kita ini terhindar dari politik uang yang nanti ujungnya, termasuk mungkin akan kami piirkan untul membedah sampai pilkada langsung ini kemudhorotannya sejauh mana.



Artinya apa yang sudah diupayakan DPR kemarin, Pilkada tidak langsung yang ditorpedo oleh Perppu, ini mungkin perlu dievaluasi kembali. Saya kira itu terima kasih.





(tor/tor)(detik.com)





‘);
FB.XFBML.parse( );
});
//]]>

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *