Kebijakan Anies-Sandi Soal Becak di Jakarta Dimentahan Mahasiswi Cantik, Menohok!!

Posted on
Beritaterheboh.com – Kebijakan baru Anies Baswedan dan Sandiaga Uno (Anies-Sandi) yang kembali memperbolehkan becak beroperasi di Jakarta setelah 27 tahun menuai kontroversi.Sejumlah alasan dikemukakan pasangan yang diusung Gerindra dan PKS itu. Mulai dari pembatasan wlayah operasi, pariwisata, ramah lingkungan, sampai alasan keadilan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Namun, semua alasan yang dikemukakan pasangan yang diusung Gerindra dan PKS itu dimentahkan oleh mahasiswi cantik ini.

Mahasiswi Pasca Sarjana Universitas Indonesia, Khuswatun, (24) menyebut kebijakan itu jelas melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2007.
Kembali Hidupkan Becak, Anies Baswedan: Ingin Berkeadilan

“Salah satu beleid di pasalnya (Perda 8/2007) mengatakan larangan mengoperasikan becak bagi siapapun,” kata Khuswatun kepada JawaPos.com (grup pojoksatu.id), Selasa (17/1/2019).

Menurutnya, keberadaan angkutan becak hanya akan menambah kemacetan di Jakarta.

Terlebih, becak bakal sulit bersaing dengan banyaknya moda transportasi baru yang lebih dipilih masyarakat karena lebih nyaman dan cepat.

“Enggak yakin juga peminatnya bakal banyak, karena sudah bersaing dengan kendaraan online (ojek atau taksi online),” ungkapnya.

Wanita berparas cantik ini mengatakan, kebijakan Anies-Sandi itu memang tadak salah.

Akan tetapi, jika alasan becak lebih ramah lingkungan, adalah salah besar.

“Becak juga bisa menghasilkan polusi apalagi yang menggunakan motor,” terang perempuan berhijab itu.

Sementara alasan Anies demi mesejahterakan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dinilainya juga kurang tepat.

Alasan tersebut hanya untuk menunjukkan bahwa Anies-Sandi sebagai pemimpin tak memikirkan lebih matang kebijakan yang diambil serta dampaknya.

“Pak gubernur ini terkesan populis sekali, hanya saja perlu beberapa pertimbangan matang untuk memutuskan sebuah kebijakan ya,” jelasnya.

Mahasiswi yang pernah melakukan study tour ke Negara Jepang ini pun mengisahkan pengalamannya.

Dia menuturkan saat berada di Jepang dan Tokyo, becak dioperasikan hanya di tempat-tempat wisata.

“Misalnya seperti di Asakusa. Tokyo saja yang keadaan lalu lintasnya sangat mengagumkan teraturnya dan kepadatan penduduknya yang lumayan, becak hanya dioperasikan di tempat wisata,” kenang dia.

Di Kota Jinrikisha, tambahnya, becak dioperasikan melalui tenaga manusia, sehingga tidak akan menimbulkan polusi.

Akan tetapi, harga yang dipatok becak Kota Jinrikisha lumayan mahal yakni 6.000 Yen atau sekitar Rp1,2 juta jika dirupiahkan.


Namun, hal itu diangkap wajar karena berada ditempat wisata.

Sedangkan di Indonesia, becak lebih banyak menggunakan sepeda dan motor yang dapat menimbulkan polusi seperti moda transportasi lainnya.

“Di Indonesia kan becak menggunakan sepeda atau motor. Itu bisa berpotensi menjadi sumber polusi tambahan di Jakarta,” tutupnya.

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *