Suami di Brebes Kalap Habisi Istri dan Bayinya

Diposting pada

Beritaterheboh.com – Pembunuhan horor terjadi di Brebes. Seorang suami, Tarmuji (35), tega menghabisi istrinya, Koniti (35), dan anaknya yang masih berusia 14 bulan. Tarmuji bahkan membunuh dan memutilasi bayi laki-laki itu. 

Informasi yang dihimpun Liputan6.com, Koniti kali pertama ditemukan oleh anak pertamanya, Dwi Anjeli (11), saat hendak berangkat ke sekolah sekitar pukul 06.30 WIB.

Korban saat ditemukan sudah tak bernyawa dan bersimbah darah dengan posisi telentang di atas tempat tidur. Jidat korban tampak robek. Tak jauh dari tubuh korban, ada cobek yang terbelah dua.

“Saya masuk rumah, saya kira ibu masih tidur tertutup bantal, setelah saya buka ternyata ibu meninggal,” ucap Anjeli sembari menangis, Selasa (13/2/2018).

Seketika, Anjeli menjerit histeris. Ia meminta tolong kepada tetangganya. Sutikno (44) yang mendengar jeritan Anjeli bergegas menghampiri anak perempuan itu.

“Betul, saya langsung lari masuk rumahnya dan korban sudah meninggal. Pelipisnya terluka,” ucap Sutikno. 

Ironisnya tak hanya Koniti, Sutikno juga melihat kepala bayi yang terpisah dari tubuhnya. Tak kuasa menahan kengerian pagi itu, Sutikno memanggil warga yang lain.

“Setelah dicari-cari, tubuh bayi itu ada di comberan di belakang rumah,” ujarnya.

Saat itu juga warga yakin, pembunuh Koniti dan bayinya tak lain adalah suaminya sendiri. Sebab, hubungan keduanya tampak kurang harmonis. Koniti dan suami sering terlihat cekcok.

Warga Kejar Pelaku ke Mapolsek

Tak pelak, aksi pembunuhan sadis itu membuat ratusan warga penasaran dan berbondong-bondong berada mendatangi lokasi kejadian.

Bahkan, sang nenek korban jatuh pingsan saat mengetahui anak dan cucunya tewas dengan kondisi mengenaskan. Tangisan dan teriakan sejumlah warga semakin menambah rasa duka yang dalam.

Sejumlah warga pun mengaku tak terima. Mereka mengejar pelaku hingga ke Mapolsek Bulakamba. Beruntung pelaku telah diamankan dan dibawa ke Mapolres Brebes.

“Kita enggak terima kenapa dia (pelaku) begitu kejam membunuh istri dan bayinya sendiri. Semoga pelaku dihukum mati,” ucap Sunarto (50), tetangga korban.

Pelaku Sering Diejek Istri

Sementara itu, tim gabungan Satreskrim Polres Brebes berhasil membekuk Tarmuji. Pelaku ditangkap di rumah orangtuanya di desa sebelah. Saat ditangkap, pelaku terlihat linglung di kamar orangtuanya.

Kapolres Brebes AKBP Sugiarto mengatakan, pelaku berhasil diamankan beberapa jam setelah peristiwa itu terungkap. “Pelaku sudah kita amankan di Mapolres Brebes. Saat ini sedang dalam proses pemeriksaan lebih lanjut,” ucap Sugiarto.

Tim inafis juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Beberapa alat bukti juga diamankan polisi, di antaranya sebilah pisau dapur, cobek, dan baju milik korban.

Berdasarkan pemeriksaan awal, kata Sugiarto, pelaku tidak menderita gangguan kejiwaan. Pelaku mengakui telah membunuh istri dan bayinya. “Pelaku mengakui dan dalam kondisi sadar telah melakukan pembunuhan itu,” kata dia.

Sedangkan motif pelaku, kata Kapolres, pelaku sering diolok-olok oleh sang istri yang dalam hal ini korban karena persoalan ekonomi.

“Jadi motifnya itu ekonomi, kalau keterangan pelaku juga dirinya sering diejek oleh istrinya (korban) dengan perkataan yang kurang pantas,” dia memungkasi. 

Curhat Koniti pada Ibunda Sebelum Dibunuh Suami Saat Tidur

Duriah (55) kini hanya bisa merenung setelah putrinya, Koniti, dan cucunya tewas dibunuh suaminya sendiri, Tarmuji (35). Tarmuji tega membunuh istri dan memutilasi bayi yang baru berusia 14 bulan.

“Saya nggak nyangka dia (pelaku) tega melakukan perbuatan keji seperti itu. Benar-benar tidak manusiawi sekali dan tak punya otak,” ucap Duriah saat ditemui di lokasi, Selasa, 13 Februari 2018.

Ia hanya bisa pasrah melihat anak dan cucunya tewas dalam kondisi mengenaskan. Sebelum pembunuhan terjadi, ia sempat bertemu dan mendengar cerita keluh kesah dari anaknya.

“Dia kesal dengan ulah suaminya yang tak memberi nafkah yang cukup. Kemarin katanya baru dapat uang Rp 6,5 juta, tapi anak saya cuma dikasih Rp 800 ribu. Dari situlah awal mula percekcokan dimulai,” katanya.

Tarmuji diketahui merupakan duda beranak dua sebelum menikah dengan korban yang juga janda beranak satu.

“Sebenarnya mereka berdua ini dulu mau pisahan, ya itu tadi karena sering bertengkar terkait persoalan ekonomi,” ucap Duriah.

Tarmuji sehari-hari bekerja sebagai buruh tani siram tanaman bawang merah di desanya. Sedangkan, Koniti hanya mengurus rumah tangga di rumah. Dalam pernikahan kedua, mereka dikaruniai satu anak laki-laki yang dinamai Dimas.

“Sebenarnya saya nggak setuju anak saya menikah dengan dia (pelaku). Tapi ya sudah nasib berkata lain,” jelasnya.(Liputan6.com)

Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *