Reaksi Tak Terduga Takmir Saat Lihat Risma Sujud Minta Maaf Karena Isi Undangan yang Diprotesnya

Diposting pada

4. Tak bisa tidur

Risma sempat mengatakan tidak bisa tidur lantaran memikirkan bagaimana langkah-langkah yang akan diambil guna melakukan deteksi dini.

“Saya gak bisa tidur mikirin itu,” ungkap Risma pada konferensi pers, Selasa (15/5/2018).

5. Suaranya serak

Pemkot Surabaya berbenah dengan berbagai pertemuan sebagai upaya deteksi dini adanya warga dengan paham radikal.

Di antaranya dengan mengumpulkan RT/RW, Kepala Sekolah, hingga takmir masjid.

Hari ini juga pertemuan tersebut digelar dengan pengarahan langsung dari wali kota.

Meski tampak bersemamgat memberi pengarahan, terlihat kondisi Risma tidak seperti biasanya.

Suaranya serak hampir habis sehingga tidak banyak memberi keterangan pada awak media.

“Ya itu tadi pesanku ke guru-guru,” jelas Risma dengan suara serak hampir tak terdengar usai bertemu kepala sekolah e-Surabaya, Rabu (16/5/2018).

6. Sujud

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tiba-tiba bangkit dari podium Pertemuan Gedung Wanita Kalibokor, Surabaya, Rabu (16/5/2018) siang.

Dia memilih sujud di hadapan takmir.

Awalnya, Perempuan ini mempercepat langkahnya dan behenti di salah satu takmir masjid.

Dia sesaat sujud di hadapan takmir tersebut.

Ratusan takmir masjid yang hadir dalam pertemuan itu terheran-heran atas sikap Wali Kota Risma.

“Ada apa, ada apa. Kok sampai sujud Bu Wali begitu,” reaksi para takmir yang hadir.

Risma yang tampak lelah dengan suara mulai serak dikagetkan dengan pertanyaan Muhammad Tohir, salah satu Takmir Masjid Masyitoh Mulyorejo.

“Kenapa undangan ini berbunyi pembinaan takmir. Salah kami sebagai takmir apa,” kata Tohir.

Tohir mengusulkan agar undangan itu lebih baik berbunyi silaturahmi.

Bukan pembinaan yang bermakna bahwa para takmir dianggap keliru.

Dalam pembinaan ini, Risma hadir sebagai pembina.

Mendengar reaksi Takmir Tohir, Risma yang mengenakan kebaya coklat dan berjilbab senada berjalan menghampiri lokasi Takmir tersebut.

Dia langsung bersujud di hadapan takmir tersebut.

Suasana menjadi terharu dan semua takmir terdiam.

Surya yang menyaksikan aksi sujud Risma melihat para takmir tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.

“Saya mohon maaf. Undangannya mendadak,” kata Risma.

Reaksi takmir usai Risma sujud

Mendengar permintaan maaf ini, semua hadirin terdiam.

Risma kembali menyampaikan dia perlu mengumpulkan para takmir untuk kebaikan bersama.

Mengingat Surabaya dua hari diteror bom.

Sementara itu, melihat reaksi Risma yang sujud minta maaf di hadapannya, Tohir hanya bisa menatap kaget.

Risma sebenarnya tidak persis di kaki Tohir.

Tapi lorong deretan kursi hadirin Takmir.

“Bukan maksud saya menyalahkan. Tapi tadi memang saya mereaksi karena undangan berbunyi pembinaan takmir. Kan berarti ada yang salah sehingga kami perlu dibina,” ucap Tohir.

Setelah tahu Risma sujud minta maaf, Tohir merasa menyesal.

Dirinya juga tak menyangka direaksi Risma yang wali kota sampai sujud minta maaf.

Dalam pertemuan dengan wali kota itu, ratusan takmir diminta kerja samanya dalam mewujudkan lingkungan yang aman dan tentram.

Biasanya ceramah yang menghasut kerap terjadi di masjid.

Risma minta takmir berperan dalam konteks ceramah itu.

“Sebaiknya setiap ceramah harus disampaikan dulu tema dan judulnya,” kata salah satu takmir.

Muhammad Iksan, ketua takmir masjid Kapas Krampung menuturkan bahwa saat-saat ini semua harus meningkatkan kewaspadaan karena banyaknya teroris.

“Tapi masjid kami di jalan raya sehingga siapa pun bisa salat di masjid,” kata Iksan.

Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *