Pemuda Pengancam Jokowi Jadi Tersangka Dijerat UU ITE, Begini Nasibnya Sekarang!

Diposting pada




Beritaterheboh.com – Pemuda pengancam Presiden RI Joko Widodo di media sosial berinisial RJT alias S (16) ditetapkan sebagai tersangka pengancaman melalui dunia maya. Dia dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronika (ITE).



“Yang bersangkutan kita kenakan pasal 27 ayat 4 Juncto Pasal 45 UU nomor 19 tahun 2006 tentang UU ITE, ancamannya enam tahun,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jumat (25/5).



Meski telah dijerat dengan UU ITE, S tidak ditahan. Saat ini S tengah dititipkan di Panti Sosial Marsudi Putra Handayani, Bambu Apus, Jakarta Timur. 



“Yang bersangkutan tetap diproses hukum, namun prosesnya sesuai dengan Undang-undang Peradilan Anak,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dihubungi detikcom, Jumat (25/5/2018).





Setelah menjalani pemeriksaan dengan pendampingan KPAI selama 1×24 jam penuh, polisi tidak mengembalikan RJ ke orang tuanya. Namun RJ ditempatkan di Rumah Anak Berhadapan dengan Hukum di Cipayung, Jakarta Timur, sejak Kamis (24/5) malam.



“Diproses di rumah Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH),” imbuhnya.



Penitipan S di panti sosial tersebut mengacu pada Pasal 32 ayat 2 Undang-Undang Sistem Peradilan Anak. Dalam pasal tersebut diatur jika anak akan ditahan jika mendapatkan hukuman pidana selama tujuh tahun.



“Ditempatkan di tempat anak yang berhadapan dengan masalah hukum,” ujarnya 



Argo menjelaskan penetapan tersangka kepada S dilakukan setelah dilakukan melakukan pemeriksaan selama 1×24 jam.



Sebanyak lima rekan S yang diduga terlibat dalam pembuatan video tersebut juga telah diperiksa oleh polisi.



Argo mengatakan belum dapat menyimpulkan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan tersebut. 



“Kemudian berkaitan dengan teman-temannya yang sudah kita lakukan interogasi kemarin tapi sekarang masih dalam pendalaman, belum selesai dan kami belum mendapatkan hasil akhirnya,” tuturnya. 



Dalam rekaman video yang diambil dengan kamera ponsel tersebut terlihat S berbicara dengan memegang dan menunjuk foto Jokowi.



S berkata, “Gue tembak kepalanya, gue pasung. Ini kacung gue ternyata. Jokowi gila, gue bakar rumahnya. Presiden gue tantang lu, cari gue 24 jam, lu enggak temuin gue, gue yang menang.” 



Namun, terdengar sedikit suara tawa di balik pengambil video itu. Saat menyatakan hujatannya kepada Jokowi, S pun sesekali tersenyum dan seolah menahan tawa saat mengucapkan kalimat-kalimat tersebut.



Pembuatan video tersebut juga diketahui dilakukan di sekolah tempat S menuntut pendidikan. Video tersebut dibuat pada Bulan Maret 2018.



S dan orangtuanya juga telah mengklarifikasi video tersebut dan meminta maaf kepada Jokowi dan masyarakat. S beralasan video tersebut hanya gurauan.

‘);
FB.XFBML.parse( );
});
//]]>

Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *